DESA BOJONGGENTENG KECAMATAN JAMPANGKULON MENUJU DESA ODF

DESA BOJONGGENTENG KECAMATAN JAMPANGKULON MENUJU DESA ODF

Sosislisasi STBM Tingkat RW

Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan, sehingga untuk memutuskan rantai penularan ini harus dilakukan rekayasa pada akses ini. Agar usaha tersebut berhasil, akses masyarakat pada jamban (sehat) harus mencapai 100% pada seluruh komunitas. Keadaan ini kemudian lebih dikenal dengan istilah Open Defecation Free (ODF).

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang selanjutnya disebut sebagai STBM adalah pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.

Kegiatan ini merupakan program Bidang Kesehatan Lingkungan (Kesling) yang bertujuan Memperkuat Tekad Masyarakat Desa Bojonggenteng dalam perubahan perilaku hidup bersih dan sehat, Ulas Anggi Afriansyah, AMKL.

Setelah menyusun Perdes No. 5 Tahun 2017 Tentang Pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dan Tahapan tahapan lainnya. Desa Bojonggenteng, Kecamatan Jampangkulon, Sukabumi mendeklarasikan dirinya sebagai Desa pertama di Kecamatan Jampangkulon sebagai Desa (Open Defecation Free) atau tidak buang air besar sembarangan, Senin (6/11) di Aula Kantor Desa Bojonggenteng.

DEKLARASI DESA ODF
KAMI MASYARAKAT DI DESA BOJONGGENTENGMENYATAKAN, BAHWA :
1. PERILAKU BUANG AIR BESAR DI SEMBARANG TEMPAT MERUPAKAN PERBUATAN TERCELA. PERBUATAN TERSEBUT TIDAK HANYA MERUGIKAN BAGI MEREKA YANG MELAKUKANNYA, JUGA MERUGIKAN KELUARGA DAN ORANG LAIN.
2. SEJAK TANGGAL 06 NOVEMBER TAHUN 2017 DAN SETERUSNYA,KAMI TIDAK AKAN MELAKUKAN BUANG AIR BESAR DI SEMBARANG TEMPAT DAN TIDAK AKAN MEMBIARKAN ORANG LAIN MELAKUKANNYA DI WILAYAH KAMI.
3. KAMI MENYADARI BAHWAUNTUKMENINGKATKAN KESEHATAN, MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB KAMI JUGA.UNTUK ITU, KAMI AKAN SENANTIASA MELAKUKAN KEGIATAN YANG DAPAT MENINGKATKAN KESEHATAN KAMI.
4. KAMI PERCAYA TERHADAP SEMANGAT DAN KEMAMPUAN YANGKAMI MILIKI, SEHINGGA KAMI SIAP MENJADI CONTOH BAGI SIAPAPUN, TERMASUK BAGI SELURUH MASYARAKAT KABUPATEN SUKABUMI.
5. SEMOGA TEKAD KAMI MENDAPATKAN KEMUDAHAN DAN RIDHADARI ALLAH SWT.

Pendeklarasian ini ditandai oleh pembacaan ikrar Secara Simbolis Oleh Kepala Dusun, Sambas Muharam, Lukmanul Hakim dan Encep Cahyadi. yang Disaksikan oleh berbagai unsure diantaranya SEKMAT Kec. Jampangkulon, UPTD Puskesmas Jampangkulon Beserta Staf, Babinsa, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa,BPD, LPMD, TP PKK, Kader Kesehatan, KPMD, Tokoh Ulama dan Tokoh Masyarakat yang hadir.

Setelah Deklarasi dikumandangkan dan di tanda tangani maka Kegiatan ini merupakan tanggung jawab bukan hanya tanggung jawab pemerintah Desa melainkan tugas dan tanggung jawab kita bersama karena tanpa dukungan masyarakat semua tidak akan terlaksana dengan baik , guna terciptanya lingkungan Desa bojonggenteng yang bersih dan sehat (Endan S. dalam Sambutannya).

Ini kegiatan sangat bagus saya sendiri pribadi sebagai warga asli Kecamatan Jampangkulon dan secara Kedinasan merasa bangga karena dari 10 Desa dan 1 Kelurahan hanya Desa Bojonggenteng yang aktif mendekati 100 % Desa ODF, karena 1 Kecamatan hanya 1 Desa yang ditunjuk oleh pemerintah menjadi Desa ODF, Jelasnya.

Alhamdulillah hasil verifikasi oleh Dinas Kesehaan beserta kami pada tahun kemarin hanya 37 KK (Kepala Keluarga) yang belum memiliki jamban dari 753 KK di Desa Bjonggenteng akan tetapi prlaku untuk buang air besarnya masih dibilang sehat, Kenapa? Karena menumpang ke orang tua dan MCK tidak asal buang air besar sembarangan .

Diakhir sambutannya KA TU  UPTD Puskesmas Jampangkulon (Yogianto,SKM,MM). berharap Masyarakat bebas dari buang air besar sembarang tempat dan Desa Bojonggenteng bias lebih baik serta dapat memotifasi untuk desa yang lain. (DK).

 

DESA BOJONGGENTENG KECAMATAN JAMPANGKULON MENUJU DESA ODF

Imunisasi MR (Measles Rubella) Serentak

kegiatan Pemberian Imunisasi MR di Posyandu Plamboyan

Rubella atau campak Jerman adalah Infeksi Virus yang ditandai dengan ruam merah pada kulit. Rumbella umumnya menyerang anak – anak dan remaja, penyakit ini disebabkan oleh virus Rumbella dan dapat menjalar dengan sangat mudah, penularan utamanya dapat melalui butiran liur diudara yang dikeluarkan penderita melalui batuk atau bersin.

Kepala UPTD Puskesmas Jampangkulon Sri Resmiyanti, Amkeb, SKM, MM menuturkan, pemberian Imunisasi MR ini merupakan arahan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi untuk mendukung Program Pemerintah yang dicanangkan tahun ini guna mencegah penyakit campak dan rubella.

Senin 11/09/2017 Pemerintah Desa Bojonggenteng bersama UPTD Puskesmas Jampangkulon melaksanakan PIN MR (Pekan Imunisasi Nasional Measles Rubella). Pemberian Imunisasi MR dilaksanakan Secara serentak langsung oleh tim dari UPTD Puskesmas Jampangkulon (10 Orang) beserta Kader Posyandu (26 Orang) dangan jumlah sasaran 225 anak  yang bertempatkan di Lima Posyandu yang tersebar di Desa Bojonggenteng (Posyandu Plamboyan, Dahlia, Cempaka, Mawar 1 dan Mawar 2) ditengah kegiatan tersebut nampak pula anggota TP PKK yang ikut andil langsung pada Kegiatan tersebut yang tiada lain guna melaksanakan program kerja Pokja 4.

“Pemberian vaksin MR direkomendasikan pada anak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun, dan diberikan melalui suntikan pada lengan atas Sebelah kiri. Walaupun banyak anak yang takut namun imunisasi ini sangat penting untuk mencegah campak dan rubella. Lebik baik mencegah daripada mengobati,” tutur Bidan Lesmanasari. (DK)