PELANTIKAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA PERIODE 2019 – 2025

PELANTIKAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA PERIODE 2019 – 2025

BOJONGGENTENG, RABU 22/05/2019 Camat Jampangkulon, Sujana, S.IP. atas nama Bupati Sukabumi resmi melantik Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Bojonggenteng Periode 2019 – 2025, Dalam acara tersebut nampak hadir Kepala Desa beserta Perangkatnya, Para Kasi Kecamatan Jampangkulon dan Staf, Para Ketua RT, Ketua RW, Pengurus LPMD, Pengurus PKK, Pengurus Karang Taruna, Pengurus MUI Desa serta Masyarakat Desa Bojonggenteng yang turut hadir menyaksikan acara tersebut.

Acara dimulai pukul 09.00 WIB. diawali dengan pembacaan Wahyu Ilahi, Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Pembacaan Surat Keputusan Bupati, Prakata Sumpah, Pengambilan Sumpah, Penandatanganan Berita Acara, Sertijab, Amanat Bupati, Sambutan Kepala Desa dan diakhiri dengan Pembacaan Do’a serta Ucapan Selamat Kepada BPD yang dilantik.

Kasi Tapem Kecamatan Jampangkulon bertindak sebagai Pembaca Surat Keputusan Bupati Sukabumi Nomor: 141.2/Kep.345-DPMD/2019 tanggal 13 Mei 2019 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota BPD Desa Bojonggenteng Kecamatan Jampangkulon. Adapun Anggota BPD Periode 2019 – 2025 adalah Marwan Nugraha, Achmad Efendi, Solihin, S.Sos.I, Dera Desember, S.Sos.I, Siti Bariyah, A.Ma.

Anggota BPD Desa Bojonggenteng tersebut sebanyak 5 (lima) orang karena sesuai dengan Permendagri 110/2016 dan Perbup 15/2018 tentang BPD bahwa bila Jumlah Penduduk Desa kurang dari 3.500 jiwa maka Anggota BPD yang mewakilinya sebanyak lima orang.

Dalam Amanatnya Camat Jampangkulon menegaskan bahwa Harmonisasi Kerja antara BPD dengan Kepala Desa/ Pemerintah Desa semata-mata untuk menjalankan roda Pemerintahan Desa dengan tujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Untuk itu BPD diharapkan dapat melaksanakan Tugas dan Fungsinya terutama dalam menampung aspirasi masyarakat mulai dari Perencanaan, Penganggaran dan Pengawasan.

Sementara Kepala Desa Bojonggenteng, Endan S. menyampaikan hal senada serta mengajak BPD sebagai Mitra Kerja Pemerintah Desa untuk bersama-sama membangun Desa Bojonggenteng sesuai dengan Tugas dan Fungsi antara BPD dan Pemerintah Desa. Pada kesempatan tersebut Kepala Desa mengucapkan terima kasih kepada seluruh Panitia Pengisian Keanggotaan BPD yang telah bekerja selama 6 bulan mulai November 2018 hingga Mei 2019 sekaligus membubarkan kepanitian tersebut. (Drag)

PELANTIKAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA PERIODE 2019 – 2025

HIKMAH ISRA MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW

bojonggenteng.desa.id – BOJONGGENTENG, Jum’at 26 April 2019-mulai jam 19.30 WIB. Pemdes Bojonggenteng Kec. Jampangkulon Menggelar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW bertempat di Halaman Kantor Desa Bojonggenteng.
Dengan mengusung Tema “Melalui Hikmah Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Kita Pererat Tali Persaudaraan Pasca Pesta Demokrasi 2019 serta Dalam Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1440 H.”

Acara tersebut dihadiri oleh Warga Desa Bojonggenteng dari 14 ke-RT-an serta para Tamu undangan termasuk Muspika Jampangkulon yang diwakili oleh Sekmat Ahmad Juaeni, S.Ag.
Diawali dengan menampilkan Qosidah ibu-ibu PKK Desa Bojonggenteng, Qori Ust. Suryaman dan tausyiah diisi oleh K.H. Parijudin.

Sekmat Jampangkulon, dalam sambutannya mengatakan, peringatan Isra Mi’raj diharapkan dapat menjadi sarana memperkuat ukhuwah di antara ulama (tokoh agama), umaroh (pemerintah) dan umat (masyarakat) serta dijadikan sarana untuk kembali bersatu dan mempererat tali silaturahmi pasca Pemilu 2019 dan dapat menerima apapun hasilnya dan siapapun pemimpinnya.

“Mari kita jadikan peringatan Isra Mi’raj ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah antara ulama, umaroh dan umat setelah kita melaksanakan pesta demokrasi Pemilu 2019 pada 17 April lalu,” ajaknya.

Dalam ceramahnya K.H. Parijudin. menyampaikan bahwa, peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Sallallahu ‘alaihi Wassalam (SAW), diambil dari dua buah kata yang penuh arti yaitu Isra’ yang berarti “perjalanan malam” dan Mi’raj yang berarti “naik ke langit”. Perjalanan malam yang dimaksud adalah perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Dari peristiwa Isra’ Mi’raj inilah umat Islam di seluruh dunia mengenal yang namanya sholat dan diwajibkan untuk melakukan sholat lima waktu dalam sehari semalam.

Peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi tepat pada tahun 621 Masehi, tepatnya pada tanggal 27 Rajab (3 tahun sebelum hijrahnya Nabi). Nabi Muhammad SAW waktu itu sudah berumur 51 tahun dan peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi saat tengah malam hingga subuh waktu Mekkah. Peristiwa ini terjadi karena Nabi Muhammad SAW yang sedang dalam keadaan duka. Beliau telah ditinggal mati oleh dua orang yang dicintnyai yaitu Khadijah sang istri dan Abu Thalib sang paman. Saat itu, Nabi Muhammad SAW mengalami duka yang sangat dalam sehingga untuk menghibur Nabi Muhammad SAW, Allah SWT mengajak Nabi Muhammad SAW ke suatu perjalanan hingga sampai ke Sidrotulmuntaha untuk bertemu dengan-Nya.

K.H. Parijudin, juga menjelaskan bahwa awal Peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, dimulai pada tanggal 27 Rajab. Saat itu Allah SWT mengutus Malaikat Jibril A.S. untuk pergi ke Syurga dan mengambil Buraq. Setelah itu Malaikat Jibril A.S diutus untuk pergi ke tempat Nabi Muhammad SAW. Hari sudah malam dan pada waktu Malaikat Jibril A.S. datang ke hadapan Nabi Muhammad SAW, beliau tengah tertidur. Nabi Muhammad tiba-tiba terbangun dari tidurnya karena mendengar suara dan saat beliau terbangun dihadapannya sudah berdiri tiga orang laki-laki yang rupanya adalah Malaikat Jibril dan Malaikat Mika’il serta seorang Malaikat lain.

Diakhir ceramahnya K.H. Parijudin. menyampaikan bahwa, peringatan Isra’ dapat diartikan bahwa, hubungan antara manusia dengan manusia seperti hubungan Pemerintah dengan masyarakat harus semakin erat untuk memperkuat Pemerintahan agar tetap kuat. Sedangkan Mi’raj yaitu hubungan manusia dengan Allah SWT untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan yang hakiki. (Drag & DK)

PELANTIKAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA PERIODE 2019 – 2025

Kemeriahan Hari Jadi Kab. Sukabumi Ke 73 di Kec. Jampangkulon

bojonggenteng.desa.id – Dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Sukabumi yang ke-73 Tahun 2018. Kecamatan Jampangkulon adakan Jalan santai. Sabtu, 13/10/2018.

Kegiatan ini di ikuti berbagai lembaga/instansi dan masyarakat se-Kecamatan Jampangkulon dari muda hingga tua. TP – PKK Desa Bojonggenteng didampingi langsung oleh Kasi Pelayanan (Jayadi) dan Kasi Kesejahteraan (Devi Madyarana) ikut andil dalam kegiatan ini.

Endan S. Kepala Desa Bojonggenteng selaku Ketua Panitia pada kegiatan tersebut berharap kegiatan ini bisa menjadi momen untuk membangun fisik dan mental semua pihak agar mampu mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang lebih baik. (DK)

PELANTIKAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA PERIODE 2019 – 2025

Pawai Obor Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1440 H

bojonggenteng.desa.id – Pawai obor menyambut tahun baru Islam 1 Muharam 1440 Hijriyah diikuti oleh warga masyarakat se-Kecamatan Jampangkulon tidak tertinggal Pemdes Bojonggenteng beserta warganya yang didampingi langsung oleh Kepala Desa Endan S.  Ikut serta. 10/9/2018, Senin malam.

Pawai dimulai seusai sholat Isya. Peserta berkumpul di Alun – alun Jampangkulon dengan membentuk kelompok sesuai kontingen masing – masing.

Pawai obor diikuti oleh ratusan peserta dimulai dari anak – anak, remaja hingga orang tua.

Acara diawali dengan membaca do’a bersama awal tahun dan dilanjutkan sambutan Camat Jampangkulon H. Utang Supratman, S.Pd, SIP., MM. Sekaligus melepas pemberangkatan peserta pawai obor.

“Semoga ditahun baru ini semakin meningkatnya kualitas ibadah, kualitas kerja dan kualitas ekonomi kita. Semoga Allah SWT. Mengampuni segala kealfaan kita ditahun lalu”, Ucap Camat dalam sambutannya.

Camat pun berpesan kepada seluruh peserta agar seusai pawai obor agar benar – benar mematikan obor dan tidak membuangnya disembarangan agar tidak terjadi kebakaran.

Dengan tertib peserta membawa obor dari titik awal Alun – alun Jampangkulon menuju Warungtagog dan kembali Ke Alun – alun.

Sepanjang jalan, arak – arakan obor dan shalawat ini menarik perhatian warga, mereka turun menonton dipinggiran jalan atau di halaman rumah. (DK)

PELANTIKAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA PERIODE 2019 – 2025

Karinding Tampil Memukau Warga Mileneal

bojonggenteng.desa.id – Pelaksanaan Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) HUT RI ke-73 di Desa Bojonggenteng berlangsung meriah diisi dengan berbagai kegiatan dan perlombaan sekaligus pameran usaha rakyat. Dari berbagai runtutan acara ada sesuatu yang unik dalam kegiatan tersebut yaitu penampilan musik tradisional asli sunda yakni KARINDING, yang disuguhkan oleh Kelompok Musik Karinding Awi Buhun atau lebih akrab disebut grup musik KARUHUN yang dimotori oleh para pemuda Desa Bojonggenteng yang berlangsung selama dua hari tanggal 24 – 25 Agustus 2018 yang bertempat di halaman SDN Talagawinaya.

Rian Cahya Wiguna menjelaskan, “Awalnya karinding adalah alat yang digunakan oleh para karuhun (Leluhur) *red untuk mengusir hama di sawah, bunyinya yang low decible sangat merusak konsentrasi hama, karena ia mengeluarkan bunyi tertentu maka disebutlah ia sebagai alat musik. Bukan hanya digunakan untuk kepentingan bersawah, para karuhun memainkan karinding ini dalam ritual atau upacara adat. Maka tak heran jika sekarang pun karinding masih digunakan sebagai pengiring pembacaan rajah. Bahkan karinding ini digunakan oleh para kaum lelaki untuk merayu atau memikat hati wanita yang disukai.

Jika keterangan ini benar maka dapat kita duga bahwa karinding pada saat itu adalah alat musik yang popular di kalangan anak muda hingga para gadis pun akan memberi nilai lebih pada jejaka yang piawai memainkannya. Mungkin keberadaannya saat ini seperti gitar, piano dan alat-alat musik moderen saat ini. Beberapa sumber menyatakan bahwa karinding telah ada bahkan sebelum adanya kecapi. Jika kecapi telah berusia sekitar lima ratus tahunan maka karinding diperkirakan telah ada sejak enam abad yang lampau. karinding terdiri dari dua macam ada yang berbahan dasar pelepah aren dan ada yang berbahan dasar bambu, karinding yang berbahan aren disebut juga karinding lalaki karena dulu banyak dimainkan oleh kaum laki – laki, dari segi bentuk lebih lebar dan meniliki 2 jarum atau dua cecet ucing sedangkan yang berbahan dasar bambu disebut karinding awewe karena dimainkan oleh kaum perempuan dari segi bentuk lebih kecil dan lebih panjang  karena selain dijadikan alat musik karinding dipakai untuk tusuk konde, karinding awewe  mempunyai satu jarum atau cecet ucing.

Karinding menghasilkan bunyi robotik meskipun berbahan dasar dari pelepah aren (kawung) dan bambu, bunyi tersebut menjadi ciri khas dari karinding, adapun cara memainkan karinding yaitu di pukul dengan cara di pantul untuk menghasilkan getaran, sehingga getaran tersebut diolah dengan pernafasan di ikuti dengan membuka dan menutup rongga mulut dan tenggorokan”.

Di Jampangkulon eksistensi musik karinding dapat dikatakan masih kurang  karena masih jarang yang memainkannya dan masih minim pengrajin yang membuatnya meskipun bahan baku melimpah, karena membuat karinding bisa dikatakan gampang gampang susah sebab perlu kesabaran yang tinggi dan ketekunan. Hal tersebut yang menjadi dasar motivasi para pemuda Desa Bojonggenteng untuk membentuk grup musik karinding sebagai wadah pengenalan karinding kepada masyarakat khususnya anak – anak milenial supaya dapat mengenal seni tradisi asli daerahnya karena apabila tidak diperkenalkan mungkin suatu saat akan punah.

Grup musik karinding awi buhun menyajikan musik karinding dengan dikombinasikan dengan alat musik lainnya yang masih berbahan dasar bambu, seperti celempung, celempung renteng, awi goong, toleat, suling, bangkong reang, dan saluang serta di lengkapi dengan kawih – kawih sunda sehingga dari penampilan yang disuguhkan kepada penonton ataupun pendengar bisa mengenal kembali bahasa sunda, seni dan budayanya.

Harapan kedepannya mudah – mudahan musik karinding bisah lebih disukai oleh masyarakat khususnya anak – anak muda tetapi tidak hanya sekedar suka tetapi ada kemauan untuk belajar dan menjadi terampil dalam memainkan ataupun membuatnya dan dapat melestarikannya juga memberdayakannya  sehingga mampu melahirkan karya – karya baru, kamipun berharap karinding awi buhun ini menjadi salah satu wadah seni dan budaya Desa Bojonggenteng dan menjadi ikon budayanya dan mampu secara bersama-sama mencetak manusia-manusia yang banyak karya bukan banyak gaya. Begitu Rian berharap. (DK & RCW)

 

 

PELANTIKAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA PERIODE 2019 – 2025

HUT RI Ke – 73 Tingkat Kecamatan Jampangkulon

bojonggenteng.desa.id – Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih tingkat Kecamatan Jampangkulon dalam rangka HUT RI Ke – 73 tanggal 17 Agustus 2018 bertempat di Alun – alun Jampangkulon, Jum’at 17/8/2018.

Penampilan tari kolosal perjuangan oleh Siswa – siswi SMA – SMK Permata Mandiri

Sebelum upacara dimulai peserta dan tamu undangan disuguhi penampilan tari kolosal perjuangan yang ditampilkan Siswa – Siswi SMA – SMK Permata Mandiri.

 

Paskibra Kec.Jampangkulon

Kegiatan HUT RI Ke – 73 ini bertindak sebagai inspektur upacara Camat Jampangkulon H. UTANG SUPRATMAN, S.Pd, S.IP, MM. Sebagai komandan upacara Brigadir Heri Purnama (Anggota Polsek Jampangkulon) dan 28 Putra – Putri terbaik perwakilan dari SMA/SMK dan MA di lingkungan Kecamatan Jampangkulon yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra).

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Instansi Pemerintahan, TNI, Polri, Undangan, Siswa – Siswi SD, SMP, SMA dan semua lapisan Masyarakat Kecamatan Jampangkulon Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan ini berjalan dengan hikmat, aman tertib dan situasi tetap kondusif. (DK)

 

 

PELANTIKAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA PERIODE 2019 – 2025

Partisipasi Karang Taruna Dan TP – PKK Di PHBN

bojonggenteng.desa.id – Kamis, 16/8/2018 PHBN tingkat Kecamatan Jampangkulon mengadakan kegiatan jalan santai dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 73. Kegiatan jalan santai tersebut dilaksanakan di Alun – alun Jampangkulon dengan rute start Alun – alun menuju UPTD Pertanian – Lapang Cisuru – Jl. Cilubang dan kembali finish di Alun – alun.

Pesertanya terdiri dari berbagai elemen diantaranya Intansi yang ada dilingkungan Kecamatan Jampangkulon, Warga masyarakat. tak mau ketinggalan Karang Taruna Mandiri dan TP – PKK Desa Bojonggentengyang langsung didampingi Kepala Desa Endan S. beserta istri Ikut berpartisipasidalam kegiatan tersebut. (DK)

PELANTIKAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA PERIODE 2019 – 2025

Cabang Bulu Tangkis Sumbang Perak Bagi Bojonggenteng

 

Duet Moch. Rivaldi dan Dede Arin

bojonggenteng.desa.id – Cabang Bulutangkis berhasil menyumbang mendali untuk Desa Bojonggenteng di perhelatan PHBN Tingkat Kecamatan Jampangkulon tahun 2018.

Bertanding di GOR Gerbang Mapak, Rabu (15/8/2018) malam. Moch Rivaldi yang berpasangan dengan Dede Arin sukses menyabet Perak usai kalah dari pasangan Dendi dan Ussu atlet Kelurahan Jampangkulon. (DK)

PELANTIKAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA PERIODE 2019 – 2025

Tim Sepak Bola Jadi Juara 3 Perhelatan PHBN 2018

bojonggenteng.desa.id – Tim sepak bola Desa Bojonggenteng keluar sebagai juara ketiga diajang perhelatan olah raga PHBN tingkat Kecamatan Jampangkulon yang berlangsung di lapang sepak bola Desa Bojonggenteng, Rabu (15/8/2018) sore tadi. Tim Desa Bojonggenteng sukses mengandaskan Tim Desa Cikarang dengan Skor 2-1.

Selain merebut posisi ke tiga, ini sekaligus memperbaiki prestasi mereka musim lalu yang hanya mencapai babak perempat final. Baca Juga : Si Hijau Lanjut

 

Pencetak Gol

Pada babak pertama Tim Desa Bojonggenteng dengan seragam, barunya tampil menyerang pada awal laga. Mereka langsung mencetak gol setelah Odon (panggilannya) melesatkan tendangan jarak jauh untuk keunggulan 1-0.

Akan tetapi dipenghujung babak pertama usai Tim Desa Cikarang bangkit dan menyamakan kedudukan membuat keadaan imbang 1-1 hingga turun minum.

Dibabak kedua Tim Desa Bojonggenteng tidak tinggal diam dan merubah keadaan, kali ini giliran sang kakak (Agus) yang menyumbangkan gol usai berhasil lepas dari jebakan offside. Skor berubah menjadi 2-1 hingga babak kedua selesai. (DK)