HUJAN MENGGUYUR, ACARA PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD S.A.W. 1441 H. BERJALAN KHIDMAT

HUJAN MENGGUYUR, ACARA PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD S.A.W. 1441 H. BERJALAN KHIDMAT

Jum’at, 6 Desember 2019/ 9 Jumadil Awal 1441 H. Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) yang difasilitasi oleh Pemerintah Desa Bojonggenteng Kec. Jampangkulon melalui APBDes 2019 Bidang Pembinaan menyelenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W. dengan mengusung tema “Dengan Memperingati Maulid Nabi Muhammad S.A.W. Kita Teladani Sikap Rasulullah S.A.W. dalam Berbagai Aspek Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara”.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tiap tahun yang telah direncakan serta kegiatan ini merupakan kegiatan penutup setelah kegiatan serupa dilaksanakan di 14 DKM/ ke-RT-an” ungkap Ketua PHBI (Deni Heryadi, S.Pd.I.). Ucapan terima kasih disampaikan kepada semua Stakeholders, Masyarakat Desa Bojonggenteng dan para hamba Allah  dari luar desa yang telah berkorban baik tenaga, pikiran maupun materil demi berlangsung dan lancarnya kegiatan ini, lanjut Ketua PHBI.

Camat Jampangkulon (Drs. H. Yayan Mulia Suryana) dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih, perkenalan karena beliau baru sekitar 3 bulan pindah ke Kecamatan Jampangkulon serta beberapa pesan yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan Pemerintahan yang telah dan akan dilaksanakan dalam waktu dekat khusunya di Kecamatan Jampangkulon dan Kabupaten Sukabumi pada umumnya.

Sekalipun hujan mengguyur cukup deras untuk pertama kalinya setelah hampir 7 bulan dilanda kemarau di Desa Bojonggenteng, Namun antusias masyarakat untuk tolabul ilmu di haflah ini cukup banyak dan acara berjalan khidmat.

Sementara Pembacaan Wahyu Ilahi dilantunkan oleh Ustad Supyana, STHI (Pengurus Ponpes Darul ‘Amal), serta Mubaligh Ustad Muhyi dari Ciracap. lihat juga videonya (dra)

 

HUJAN MENGGUYUR, ACARA PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD S.A.W. 1441 H. BERJALAN KHIDMAT

Pemdes Bojonggenteng Gelar Halal Bihalal

bojonggenteng.desa.id – Pemerintah Desa Bojonggenteng Kecamatan Jampangkulom, mengadakan halal bihalal dan silahturahmi dengan segenap Lembaga dan Masyarakat pada Rabu (19/6). Upaya mempererat silaturahmi ini dilakukan di Aula Desa Bojonggenteng yang dihadiri oleh jajaran Perangkat Desa, BPD,  LPMD, MUI / Tokoh Agama,  PKK, KPMD, Karang Taruna, Kader Posyandu, Tokoh Masyarakat.

“Atas nama pribadi dan seluruh Perangkat Desa Bojonggenteng kami ucapkan permohonan maaf lahir batin dan  semoga acara halal bihalal dan silaturahmi ini bernilai ibadah di mata Allah SWT”. Kata Endan S. (Kepala Desa Bojonggenteng) saat sambutan.

Ia juga mengungkapkan rasa bangganya atas Prestasi pengumpulan zakat fitrah dan infaq masyarakat Desa Bojonggenteng yang mendapat prestasi infak shadaqah Peringkat satu dan peringkat dua zakat fitrah tingkat Kecamatan Jampangkulon.

Sementara itu, Jayadi selaku Koordinator UPZ Desa mengucapkan terima kasih kepada seluruh waga masyarakat Desa Bojonggenteng yang telah sadar zakat dan infaq ke UPZ Masjid yang telah di tentukan. “Semoga di tahun depan prestasi ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan ,” ujar Jayadi. (DK)

 

HUJAN MENGGUYUR, ACARA PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD S.A.W. 1441 H. BERJALAN KHIDMAT

HIKMAH ISRA MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW

bojonggenteng.desa.id – BOJONGGENTENG, Jum’at 26 April 2019-mulai jam 19.30 WIB. Pemdes Bojonggenteng Kec. Jampangkulon Menggelar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW bertempat di Halaman Kantor Desa Bojonggenteng.
Dengan mengusung Tema “Melalui Hikmah Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Kita Pererat Tali Persaudaraan Pasca Pesta Demokrasi 2019 serta Dalam Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1440 H.”

Acara tersebut dihadiri oleh Warga Desa Bojonggenteng dari 14 ke-RT-an serta para Tamu undangan termasuk Muspika Jampangkulon yang diwakili oleh Sekmat Ahmad Juaeni, S.Ag.
Diawali dengan menampilkan Qosidah ibu-ibu PKK Desa Bojonggenteng, Qori Ust. Suryaman dan tausyiah diisi oleh K.H. Parijudin.

Sekmat Jampangkulon, dalam sambutannya mengatakan, peringatan Isra Mi’raj diharapkan dapat menjadi sarana memperkuat ukhuwah di antara ulama (tokoh agama), umaroh (pemerintah) dan umat (masyarakat) serta dijadikan sarana untuk kembali bersatu dan mempererat tali silaturahmi pasca Pemilu 2019 dan dapat menerima apapun hasilnya dan siapapun pemimpinnya.

“Mari kita jadikan peringatan Isra Mi’raj ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah antara ulama, umaroh dan umat setelah kita melaksanakan pesta demokrasi Pemilu 2019 pada 17 April lalu,” ajaknya.

Dalam ceramahnya K.H. Parijudin. menyampaikan bahwa, peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Sallallahu ‘alaihi Wassalam (SAW), diambil dari dua buah kata yang penuh arti yaitu Isra’ yang berarti “perjalanan malam” dan Mi’raj yang berarti “naik ke langit”. Perjalanan malam yang dimaksud adalah perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Dari peristiwa Isra’ Mi’raj inilah umat Islam di seluruh dunia mengenal yang namanya sholat dan diwajibkan untuk melakukan sholat lima waktu dalam sehari semalam.

Peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi tepat pada tahun 621 Masehi, tepatnya pada tanggal 27 Rajab (3 tahun sebelum hijrahnya Nabi). Nabi Muhammad SAW waktu itu sudah berumur 51 tahun dan peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi saat tengah malam hingga subuh waktu Mekkah. Peristiwa ini terjadi karena Nabi Muhammad SAW yang sedang dalam keadaan duka. Beliau telah ditinggal mati oleh dua orang yang dicintnyai yaitu Khadijah sang istri dan Abu Thalib sang paman. Saat itu, Nabi Muhammad SAW mengalami duka yang sangat dalam sehingga untuk menghibur Nabi Muhammad SAW, Allah SWT mengajak Nabi Muhammad SAW ke suatu perjalanan hingga sampai ke Sidrotulmuntaha untuk bertemu dengan-Nya.

K.H. Parijudin, juga menjelaskan bahwa awal Peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, dimulai pada tanggal 27 Rajab. Saat itu Allah SWT mengutus Malaikat Jibril A.S. untuk pergi ke Syurga dan mengambil Buraq. Setelah itu Malaikat Jibril A.S diutus untuk pergi ke tempat Nabi Muhammad SAW. Hari sudah malam dan pada waktu Malaikat Jibril A.S. datang ke hadapan Nabi Muhammad SAW, beliau tengah tertidur. Nabi Muhammad tiba-tiba terbangun dari tidurnya karena mendengar suara dan saat beliau terbangun dihadapannya sudah berdiri tiga orang laki-laki yang rupanya adalah Malaikat Jibril dan Malaikat Mika’il serta seorang Malaikat lain.

Diakhir ceramahnya K.H. Parijudin. menyampaikan bahwa, peringatan Isra’ dapat diartikan bahwa, hubungan antara manusia dengan manusia seperti hubungan Pemerintah dengan masyarakat harus semakin erat untuk memperkuat Pemerintahan agar tetap kuat. Sedangkan Mi’raj yaitu hubungan manusia dengan Allah SWT untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan yang hakiki. (Drag & DK)

HUJAN MENGGUYUR, ACARA PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD S.A.W. 1441 H. BERJALAN KHIDMAT

Akhlak Rasulullah SAW, Spirit untuk Mensukseskan Pembangunan Desa

Bojonggenteng, 7/12/2018 – Pemdes Bojonggenteng ajak segenap warga masyarakat untuk meningkatkan mahabbah kepada Rasulullah S.A.W melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H dengan tema “Ahklak Rasulullah SAW sebagai Spirit dalam Mensukseskan Pembangunan Desa Bojonggenteng” Panitia Hari Besar Islam (PHBI)  Desa Bojonggenteng yang terdiri dari unsur MUI, LPM, PKK, KarangTaruna dan KPMD menjadi penggerak pelaksanaan kegiatan tersebut.

Alhamdulillah kegiatan ini bisa terlaksana sesuai program Pemdes yang didanai dari Alokasi Dana Desa Tahun Anggaran 2018 bidang Pembinaan Masyarakat Desa dan didukung dengan swadaya masyarakat yang begitu luar biasa. “Terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan dan semoga menjadi amal baik yang diterima Allah SWT”. ungkap Ust. Deni Heryadi (Ketua PHBI).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat Desa Bojonggenteng dan luar Desa Bojonggenteng, diperkirakan sekitar 500 orang hadir dalam kegiatan tersebut. Desngan Penceramah oleh Ust. Syaifudin Zuhri dari Benteng Sukabumi sebagai penceramah menyampaikan bahwa alasan Nabi Muhammad S.A.W. lahir di Mekkah, Beliau lahir pada hari Senin, 12 Rabbiul Awwal tahun Gajah/ 571 Masehi.

Hikmah peringatan Maulid/Maulud/ Muludan bukan hanya mengingat akan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mengingat akan asal usul kita selaku manusia dan akan kemana kita kelak. Intinya, harus ada introspeksi bagi diri kita agar menjadi manusia yang lebih baik lagi.

Saat ini kita berada di dunia dan akan menuju akhirat. Dalam tujuan hidup terdapat dua pilihan yakni celaka atau bahagia. Jika ingin bahagia maka kita harus taat pada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita menuju jannah dengan memperkuat iman dan islam kita. Amiin. (eris)

HUJAN MENGGUYUR, ACARA PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD S.A.W. 1441 H. BERJALAN KHIDMAT

Kemeriahan Hari Jadi Kab. Sukabumi Ke 73 di Kec. Jampangkulon

bojonggenteng.desa.id – Dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Sukabumi yang ke-73 Tahun 2018. Kecamatan Jampangkulon adakan Jalan santai. Sabtu, 13/10/2018.

Kegiatan ini di ikuti berbagai lembaga/instansi dan masyarakat se-Kecamatan Jampangkulon dari muda hingga tua. TP – PKK Desa Bojonggenteng didampingi langsung oleh Kasi Pelayanan (Jayadi) dan Kasi Kesejahteraan (Devi Madyarana) ikut andil dalam kegiatan ini.

Endan S. Kepala Desa Bojonggenteng selaku Ketua Panitia pada kegiatan tersebut berharap kegiatan ini bisa menjadi momen untuk membangun fisik dan mental semua pihak agar mampu mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang lebih baik. (DK)