Partisipasi Karang Taruna Dan TP – PKK Di PHBN

Partisipasi Karang Taruna Dan TP – PKK Di PHBN

bojonggenteng.desa.id – Kamis, 16/8/2018 PHBN tingkat Kecamatan Jampangkulon mengadakan kegiatan jalan santai dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 73. Kegiatan jalan santai tersebut dilaksanakan di Alun – alun Jampangkulon dengan rute start Alun – alun menuju UPTD Pertanian – Lapang Cisuru – Jl. Cilubang dan kembali finish di Alun – alun.

Pesertanya terdiri dari berbagai elemen diantaranya Intansi yang ada dilingkungan Kecamatan Jampangkulon, Warga masyarakat. tak mau ketinggalan Karang Taruna Mandiri dan TP – PKK Desa Bojonggentengyang langsung didampingi Kepala Desa Endan S. beserta istri Ikut berpartisipasidalam kegiatan tersebut. (DK)

Partisipasi Karang Taruna Dan TP – PKK Di PHBN

Jampangkulon, UPSK Prov Jabar Bagi Penyandang Disabilitas

bojonggenteng.desa.id – Negara Kesatuan Republik Indonesia menjamin kelangsungan hidup setiap warga negara, termasuk para penyandang disabilitas yang mempunyai kedudukan hukum dan memiliki hak asasi manusia yang sama sebagai warga negara Indonesia dan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari warga negara dan masyarakat Indonesia yang merupakan amanah dan karunia Tuhan yang maha esa, untuk hidup maju dan berkembang secara adil dan bermartabat.

Berlatar belakang hal tersebut Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat gelar Kegiatan Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) bagi penyandang disabilitas di Kecamatan Jampngkulon. Sumber dana dari APBN melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2018. kegiatan dilaksanakan di GOR Desa Bojonggenteng 17 – 20 Juli 2018 dengan sasaran para penyandang disabilitas fisik, disabilitas intelektual dan disabilitas sensorik sebanyak 100 orang.

Adapun bentuk kegiatan dari Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) sebagai berikut :

  1. Penyuluhan sosial sekaligus  pelaksanaan asesment / wawancara penyandang disabilitas dan keluarganya yang akan mendapatkan pelayanan.
  2. Pemeriksaan medis / pengobatan terhadap penyandang disabilitas.
  3. Konsultasi medis kecacatan dan fisiotherapy, rujukan.
  4. Jaminan perbaikan gizi penyandang disabilitas.
  5. Pemberian alat bantu fisik.

Agar terlaksananya kegiatan dengan baik Tim Panitia mendatangkan Narasumber dari berbagai unsur diantaranya Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Tenaga Profesional Psikologi dan Dokter Spesialis Kejiwaan.

ditemui dilokasi kegiatan Rahmat Mulyadi (Kasi Penanganan Disabilitas) Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi menjelaskan maksud UPSK adalah “sarana pelayanan bergerak yang kegiatannya diarahkan untuk menjangkau lokasi penyandang disabilitas sampai ke tingkat Desa agar dapat memperoleh pelayanan kesejahteraan sosial sedini mungkin, sehingga permasalahannya dapat diatasi secara tepat”.

Selanjutnya Kasi Penanganan Disabilitas berharap kegiatan ini dapat :

  1. Meningkatnya jumlah keluarga atau orang tua serta masyarakat yang ikut terlibat dalam upaya pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi penyandangdisabilitas.
  2. Meningkatnya persentase penyandang disabilitas yang mendapatkan pelayanan.
  3. Tumbuhnya kepedulian masyarakat terhadap permasalahan disabilitas.
  4. Meningkatnya rasa percaya diri para penyandang disabilitas yang selama ini merasa dikucilkan. (DK)

 

Partisipasi Karang Taruna Dan TP – PKK Di PHBN

Terpilihnya Mawar 2 Menjadi Wakil Desa Bojonggenteng

Proses Penilaian

bojonggenteng.desa.id-Rabu (11/7/18) Pemerintah Desa Bojonggenteng mengapresiasi atas terpilihnya Posyandu Mawar 2 dalam penilaian lomba Posyandu Tingkat Kecamatan Jampangkulon. Penilaian lomba Posyandu tersebut diselenggarakan oleh UPTD Puskesmas Jampangkulon.

Penilaian dimulai Pukul 09.00 Wib – Selesai oleh Tim Penilaian dari UPTD Peuskesmas Jampangkulon.  Kriteria penilaian meliputi Kelengkapan Dokumen Administrasi, Pengetahuan Kader dan Kebersihan Posyandu, Ucap Hj. Nyi Nenah (Ketua Tim Penilaian Posyandu).

“Maksud diadakannya kegiatan ini tiadalain untuk menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke – 73 dengan tujuan merefres dan mengevaluasi kegiatan posyandu, karena Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat., terutama kesehatan Ibu dan Anak” Tambah Nenah.

Pada kesempatan tersebut hadir pula Faisal Riyadi dari DPPKB Jampangkulon, Ketua POKJA 2 Elis Karyati, Bidan Desa Arti Wulansari dan Seluruh Kader. (DK)

Partisipasi Karang Taruna Dan TP – PKK Di PHBN

DESA BOJONGGENTENG KECAMATAN JAMPANGKULON MENUJU DESA ODF

Sosislisasi STBM Tingkat RW

Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan, sehingga untuk memutuskan rantai penularan ini harus dilakukan rekayasa pada akses ini. Agar usaha tersebut berhasil, akses masyarakat pada jamban (sehat) harus mencapai 100% pada seluruh komunitas. Keadaan ini kemudian lebih dikenal dengan istilah Open Defecation Free (ODF).

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang selanjutnya disebut sebagai STBM adalah pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.

Kegiatan ini merupakan program Bidang Kesehatan Lingkungan (Kesling) yang bertujuan Memperkuat Tekad Masyarakat Desa Bojonggenteng dalam perubahan perilaku hidup bersih dan sehat, Ulas Anggi Afriansyah, AMKL.

Setelah menyusun Perdes No. 5 Tahun 2017 Tentang Pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dan Tahapan tahapan lainnya. Desa Bojonggenteng, Kecamatan Jampangkulon, Sukabumi mendeklarasikan dirinya sebagai Desa pertama di Kecamatan Jampangkulon sebagai Desa (Open Defecation Free) atau tidak buang air besar sembarangan, Senin (6/11) di Aula Kantor Desa Bojonggenteng.

DEKLARASI DESA ODF
KAMI MASYARAKAT DI DESA BOJONGGENTENGMENYATAKAN, BAHWA :
1. PERILAKU BUANG AIR BESAR DI SEMBARANG TEMPAT MERUPAKAN PERBUATAN TERCELA. PERBUATAN TERSEBUT TIDAK HANYA MERUGIKAN BAGI MEREKA YANG MELAKUKANNYA, JUGA MERUGIKAN KELUARGA DAN ORANG LAIN.
2. SEJAK TANGGAL 06 NOVEMBER TAHUN 2017 DAN SETERUSNYA,KAMI TIDAK AKAN MELAKUKAN BUANG AIR BESAR DI SEMBARANG TEMPAT DAN TIDAK AKAN MEMBIARKAN ORANG LAIN MELAKUKANNYA DI WILAYAH KAMI.
3. KAMI MENYADARI BAHWAUNTUKMENINGKATKAN KESEHATAN, MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB KAMI JUGA.UNTUK ITU, KAMI AKAN SENANTIASA MELAKUKAN KEGIATAN YANG DAPAT MENINGKATKAN KESEHATAN KAMI.
4. KAMI PERCAYA TERHADAP SEMANGAT DAN KEMAMPUAN YANGKAMI MILIKI, SEHINGGA KAMI SIAP MENJADI CONTOH BAGI SIAPAPUN, TERMASUK BAGI SELURUH MASYARAKAT KABUPATEN SUKABUMI.
5. SEMOGA TEKAD KAMI MENDAPATKAN KEMUDAHAN DAN RIDHADARI ALLAH SWT.

Pendeklarasian ini ditandai oleh pembacaan ikrar Secara Simbolis Oleh Kepala Dusun, Sambas Muharam, Lukmanul Hakim dan Encep Cahyadi. yang Disaksikan oleh berbagai unsure diantaranya SEKMAT Kec. Jampangkulon, UPTD Puskesmas Jampangkulon Beserta Staf, Babinsa, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa,BPD, LPMD, TP PKK, Kader Kesehatan, KPMD, Tokoh Ulama dan Tokoh Masyarakat yang hadir.

Setelah Deklarasi dikumandangkan dan di tanda tangani maka Kegiatan ini merupakan tanggung jawab bukan hanya tanggung jawab pemerintah Desa melainkan tugas dan tanggung jawab kita bersama karena tanpa dukungan masyarakat semua tidak akan terlaksana dengan baik , guna terciptanya lingkungan Desa bojonggenteng yang bersih dan sehat (Endan S. dalam Sambutannya).

Ini kegiatan sangat bagus saya sendiri pribadi sebagai warga asli Kecamatan Jampangkulon dan secara Kedinasan merasa bangga karena dari 10 Desa dan 1 Kelurahan hanya Desa Bojonggenteng yang aktif mendekati 100 % Desa ODF, karena 1 Kecamatan hanya 1 Desa yang ditunjuk oleh pemerintah menjadi Desa ODF, Jelasnya.

Alhamdulillah hasil verifikasi oleh Dinas Kesehaan beserta kami pada tahun kemarin hanya 37 KK (Kepala Keluarga) yang belum memiliki jamban dari 753 KK di Desa Bjonggenteng akan tetapi prlaku untuk buang air besarnya masih dibilang sehat, Kenapa? Karena menumpang ke orang tua dan MCK tidak asal buang air besar sembarangan .

Diakhir sambutannya KA TU  UPTD Puskesmas Jampangkulon (Yogianto,SKM,MM). berharap Masyarakat bebas dari buang air besar sembarang tempat dan Desa Bojonggenteng bias lebih baik serta dapat memotifasi untuk desa yang lain. (DK).

 

Partisipasi Karang Taruna Dan TP – PKK Di PHBN

EKSISTENSI GSC JAMPANGKULON

Sambutan PJOK Kec Jampangkulon

bojonggenteng.desa.id-Sebanyak 55 orang dari 10 Desa dan 1 kelurahan terdiri Sekdes/Sek Kel, TPMD,TP PKK, Tokmas dan Kadus dari masing – masing Desa/Kelurahan Sekecamatan Jampangkulon diberi Pelatihan Tentang Pengelolaan Posyandu. Pelatihan Pengelolaan Posyandu yang dilaksanakan di Aula kantor Desa Bojonggenteng merupakan Program yang dilaksanakan oleh GSC (Generasi Sehat dan Cerdas) Kec. Jampangkulon.Bidang peningkatan Kapasitas Masyarakat Tahun anggaran 2017.

Usep Firdaus, FK GSC Kecamatan Jampangkulon, dalam laporannya mengatakan, pelatihan dilaksanakan bertujuan memberikan Pemahaman atau pembekalan kepada pemerintah Desa dan Masyarakat mengenai manajemen Pengelolaan Posyandu. Sebab posyandu menjadi salah satu pilar penting dalam proses pemberdayaan berbasis masyarakat. Serta berfungsi secara universal dalam kehidupan masyarakat. Lebih lanjut Usep mengatakan, pelatihan rencananya akan digelar selama dua hari, yakni 17-18 Oktober 2017.  Dan pelatihan ini dibagi kedalam dua kelas. Sebagian peserta akan mengikuti pelatihan di Aula Kantor Desa Bojonggenteng dan sebagian di Gor desa Bojonggenteng yang berada bersebelahan, Jelasnya.

Penyampaian Materi Di Kelas A

Acara dimulai dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya” lanjut dengan pembacaan Wahyu Ilahi yang dikumandangan oleh ibu Saadah dari KPMD Desa Cikarangeusan, Serta langsung dibuka oleh Bapak Dadun, S.IP. MSI selaku PJOK Kecamatan Jampangkulon. dalam Sambutannya mengatakan, PNPM yang di dalamnya ada GSC berdiri sejak tahun 2008, keberhasilan PNPM sangat hebat (sekarang namanya Program Generasi Sehat dan Cerdas), yang mengatakan hebat bukanlah camat atau Bupati melainkan Negara Negara tetangga, Bank Dunia yang mengatakan Program PNPM sangat berhasil dan sekarang Asetnya telah diberikan kepada Pemerintahan Desa Maka jika ada Posyandu yang rusak janganlah dibiarkan karana membangun itu gampang yang susah adalah memeliharanya” Ujarnya.

Penyampaian Materi di Kelas B

“ini momentum yang sangat tepat, UU Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa merupakan suatu bukti kepercayaan pemerintah kepada Desa maka tolong amanat ini dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. maka dari itu Pelayanan Sosial dasar (PSD) bidang kesehatan dan pendidikan diharapkan untuk ditindak lanjuti dan dimasukkan kedalam RKP dan APBDes” tambahnya.

Sebelum kegiatan ditutup FK GSC Kecamatan Jampangkulon berharap dengan adanya pelatihan ini maka Pemerintah Desa dan Masyarakat lebih meningkatkan pemahamannya tentang pengelolaan Posyandu dan punya rasa memiliki terhadap pengelolaan Posyandu. (DK)