Karinding Tampil Memukau Warga Mileneal

bojonggenteng.desa.id – Pelaksanaan Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) HUT RI ke-73 di Desa Bojonggenteng berlangsung meriah diisi dengan berbagai kegiatan dan perlombaan sekaligus pameran usaha rakyat. Dari berbagai runtutan acara ada sesuatu yang unik dalam kegiatan tersebut yaitu penampilan musik tradisional asli sunda yakni KARINDING, yang disuguhkan oleh Kelompok Musik Karinding Awi Buhun atau lebih akrab disebut grup musik KARUHUN yang dimotori oleh para pemuda Desa Bojonggenteng yang berlangsung selama dua hari tanggal 24 – 25 Agustus 2018 yang bertempat di halaman SDN Talagawinaya.

Rian Cahya Wiguna menjelaskan, “Awalnya karinding adalah alat yang digunakan oleh para karuhun (Leluhur) *red untuk mengusir hama di sawah, bunyinya yang low decible sangat merusak konsentrasi hama, karena ia mengeluarkan bunyi tertentu maka disebutlah ia sebagai alat musik. Bukan hanya digunakan untuk kepentingan bersawah, para karuhun memainkan karinding ini dalam ritual atau upacara adat. Maka tak heran jika sekarang pun karinding masih digunakan sebagai pengiring pembacaan rajah. Bahkan karinding ini digunakan oleh para kaum lelaki untuk merayu atau memikat hati wanita yang disukai.

Jika keterangan ini benar maka dapat kita duga bahwa karinding pada saat itu adalah alat musik yang popular di kalangan anak muda hingga para gadis pun akan memberi nilai lebih pada jejaka yang piawai memainkannya. Mungkin keberadaannya saat ini seperti gitar, piano dan alat-alat musik moderen saat ini. Beberapa sumber menyatakan bahwa karinding telah ada bahkan sebelum adanya kecapi. Jika kecapi telah berusia sekitar lima ratus tahunan maka karinding diperkirakan telah ada sejak enam abad yang lampau. karinding terdiri dari dua macam ada yang berbahan dasar pelepah aren dan ada yang berbahan dasar bambu, karinding yang berbahan aren disebut juga karinding lalaki karena dulu banyak dimainkan oleh kaum laki – laki, dari segi bentuk lebih lebar dan meniliki 2 jarum atau dua cecet ucing sedangkan yang berbahan dasar bambu disebut karinding awewe karena dimainkan oleh kaum perempuan dari segi bentuk lebih kecil dan lebih panjang  karena selain dijadikan alat musik karinding dipakai untuk tusuk konde, karinding awewe  mempunyai satu jarum atau cecet ucing.

Karinding menghasilkan bunyi robotik meskipun berbahan dasar dari pelepah aren (kawung) dan bambu, bunyi tersebut menjadi ciri khas dari karinding, adapun cara memainkan karinding yaitu di pukul dengan cara di pantul untuk menghasilkan getaran, sehingga getaran tersebut diolah dengan pernafasan di ikuti dengan membuka dan menutup rongga mulut dan tenggorokan”.

Di Jampangkulon eksistensi musik karinding dapat dikatakan masih kurang  karena masih jarang yang memainkannya dan masih minim pengrajin yang membuatnya meskipun bahan baku melimpah, karena membuat karinding bisa dikatakan gampang gampang susah sebab perlu kesabaran yang tinggi dan ketekunan. Hal tersebut yang menjadi dasar motivasi para pemuda Desa Bojonggenteng untuk membentuk grup musik karinding sebagai wadah pengenalan karinding kepada masyarakat khususnya anak – anak milenial supaya dapat mengenal seni tradisi asli daerahnya karena apabila tidak diperkenalkan mungkin suatu saat akan punah.

Grup musik karinding awi buhun menyajikan musik karinding dengan dikombinasikan dengan alat musik lainnya yang masih berbahan dasar bambu, seperti celempung, celempung renteng, awi goong, toleat, suling, bangkong reang, dan saluang serta di lengkapi dengan kawih – kawih sunda sehingga dari penampilan yang disuguhkan kepada penonton ataupun pendengar bisa mengenal kembali bahasa sunda, seni dan budayanya.

Harapan kedepannya mudah – mudahan musik karinding bisah lebih disukai oleh masyarakat khususnya anak – anak muda tetapi tidak hanya sekedar suka tetapi ada kemauan untuk belajar dan menjadi terampil dalam memainkan ataupun membuatnya dan dapat melestarikannya juga memberdayakannya  sehingga mampu melahirkan karya – karya baru, kamipun berharap karinding awi buhun ini menjadi salah satu wadah seni dan budaya Desa Bojonggenteng dan menjadi ikon budayanya dan mampu secara bersama-sama mencetak manusia-manusia yang banyak karya bukan banyak gaya. Begitu Rian berharap. (DK & RCW)

 

 

Facebook Comments
About bojonggenteng 54 Articles
Salah satu desa di kecamatan jampangkulon sukabumi

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan